Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, menyampaikan penegasan sikap pemerintah dalam jumpa pers usai Sidang Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, senin (4/8/2014). "ISIS bukan masalah agama. Ini adalah masalah Ideologi yang kalau kita kaitkan dengan negara kita, maka ini tidak sama, dan bertentangan dengan ideologi Pancasila kita, keberadaan negara kesatuan kita dan kebhinekaan kita," tegas Djoko Suyanto. Djoko melanjutkan, pemerintah juga akan mencegah segala upaya perkembangan ISIS di Indonesia. Dia juga menegaskan, ada sejumlah tindakan pencegahan yang sudah dan akan dilakukan,diantaranya : mencegah adanya perwakilan ISIS di Indonesia.
Menindaklanjuti sikap Pemerintah, Rabu, 10 September 2014, Forum Komunikasi Umat Beragama ( FKUB) Kabupaten Lampung Barat, bekerjasama dengan pemerintah setempat di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) Liwa Lampung Barat mengadakan pertemuan di Kantor Camat Kecamatan BNS. Pertemuan dalam rangka sosialisasi serta pencegahan gerakan ISIS dan IS di Indonesia, khususnya di wilayah BNS, dihadiri oleh para tokoh agama, masyarakat, dan pejabat di kantor Kecamatan BNS. Camat BNS, Bpk. Aliyurdin S.Sos.MH menyampaikan keprihatinannya atas ISIS dan IS yang bisa merusak tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut Camat BNS juga mengajak semua pihak untuk bersikap waspada dan tidak terpengaruh dengan hal hal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten lampung Barat, Bpk. Jafar Sidik dalam kesempatan tersebut menegaskan ISIS dan IS adalah gerakan yang sangat membahayakan sendi sendi kehidupan beragama dan berbangsa. Kekerasan yang menjadi jalan gerakan ISIS akan menjadi ancaman bagi siapapun yang berseberangan dengan ideologi ISIS, bukan hanya bagi orang yang beragama non-muslim, tetapi bagi orang muslim yang tidak sepaham dengan ISIS-pun tidak akan luput dari pembantaian. Bpk. Jafar Sidik juga mengajak semua tokoh agama dan masyarakat serta pejabat pemerintah untuk selalu mewaspadai kemungkinan bibit-bibit gerakan ISIS. Jangan pernah menganggap kecil gejala gerakan ISIS dan IS, sebab yang kecil itu bisa menjadi sumber kehancuran sebagaimana yang terjadi di Irak dan Syria. maka selalu diperlukan sikap waspada dan tidak terpengaruh dengan gerakan yang berlawanan dengan NKRI demikian kata Bpk. Jafar Sidik. Dalam pertemuan itu para pengurus FKUB, juga mengajak semua pihak untuk selalu membangun kerukunan umat beragama dan selalu membangun komunikasi lintas agama, agar terhindarkan dari pihak pihak yang dapat menghancurkan kerukunan yang sudah terbina. Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan bersama menolak ISIS dan IS serta saling bahu membahu memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan gerakan ISIS dan IS. (AD).
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto, menyampaikan penegasan sikap pemerintah dalam jumpa pers usai Sidang Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, senin (4/8/2014). "ISIS bukan masalah agama. Ini adalah masalah Ideologi yang kalau kita kaitkan dengan negara kita, maka ini tidak sama, dan bertentangan dengan ideologi Pancasila kita, keberadaan negara kesatuan kita dan kebhinekaan kita," tegas Djoko Suyanto. Djoko melanjutkan, pemerintah juga akan mencegah segala upaya perkembangan ISIS di Indonesia. Dia juga menegaskan, ada sejumlah tindakan pencegahan yang sudah dan akan dilakukan,diantaranya : mencegah adanya perwakilan ISIS di Indonesia.
Menindaklanjuti sikap Pemerintah, Rabu, 10 September 2014, Forum Komunikasi Umat Beragama ( FKUB) Kabupaten Lampung Barat, bekerjasama dengan pemerintah setempat di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) Liwa Lampung Barat mengadakan pertemuan di Kantor Camat Kecamatan BNS. Pertemuan dalam rangka sosialisasi serta pencegahan gerakan ISIS dan IS di Indonesia, khususnya di wilayah BNS, dihadiri oleh para tokoh agama, masyarakat, dan pejabat di kantor Kecamatan BNS. Camat BNS, Bpk. Aliyurdin S.Sos.MH menyampaikan keprihatinannya atas ISIS dan IS yang bisa merusak tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut Camat BNS juga mengajak semua pihak untuk bersikap waspada dan tidak terpengaruh dengan hal hal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten lampung Barat, Bpk. Jafar Sidik dalam kesempatan tersebut menegaskan ISIS dan IS adalah gerakan yang sangat membahayakan sendi sendi kehidupan beragama dan berbangsa. Kekerasan yang menjadi jalan gerakan ISIS akan menjadi ancaman bagi siapapun yang berseberangan dengan ideologi ISIS, bukan hanya bagi orang yang beragama non-muslim, tetapi bagi orang muslim yang tidak sepaham dengan ISIS-pun tidak akan luput dari pembantaian. Bpk. Jafar Sidik juga mengajak semua tokoh agama dan masyarakat serta pejabat pemerintah untuk selalu mewaspadai kemungkinan bibit-bibit gerakan ISIS. Jangan pernah menganggap kecil gejala gerakan ISIS dan IS, sebab yang kecil itu bisa menjadi sumber kehancuran sebagaimana yang terjadi di Irak dan Syria. maka selalu diperlukan sikap waspada dan tidak terpengaruh dengan gerakan yang berlawanan dengan NKRI demikian kata Bpk. Jafar Sidik. Dalam pertemuan itu para pengurus FKUB, juga mengajak semua pihak untuk selalu membangun kerukunan umat beragama dan selalu membangun komunikasi lintas agama, agar terhindarkan dari pihak pihak yang dapat menghancurkan kerukunan yang sudah terbina. Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan bersama menolak ISIS dan IS serta saling bahu membahu memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan gerakan ISIS dan IS. (AD). 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar